METODE TALQIN SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI PERSUASIF SPIRITUAL: KAJIAN HISTORIS DAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN DAKWAH DALAM KITAB MIFTAHUS SHUDUR
Keywords:
talqin, komunikasi persuasif, dakwah islam, miftahus shudur, tarekat qadiriyah naqsyabandiyahAbstract
Penelitian ini bertujuan menganaslisis metode talqin sebagai instrumen komunikasi persuasif spiritual dalam perspektif dakwah islam dengan fokus pada Kitab Miftahus Shudur karya Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom). Dalam tradisi Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya, talqin tidak hanya dipahami sebagai ritual inisiasi, tetapi juga sebagai proses komunikasi spiritual yang berperan dalam membentuk kesadaran dan transformasi batin seorang murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi terhadap Kitab Miftahus Shudur serta berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas talqin sebagai komunikasi persuasif spiritual ditopang oleh empat unsur utama, yaitu kredibilitas spiritual (ethos) seorang Mursyid, resonansi emosional (pathos) melalui pengalaman dzikir, landasan teologis dan filosofis (logos) yang terkandung dalam Miftahus Shudur, serta penerapan teknik pengulangan (repetition) dalam praktik pembinaan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode talqin merupakan model komunikasi persuasif spiritual yang relevan dalam menjawab krisis spiritualitas masyarakat modern sekaligus berkontribusi terhadap pembentukan akhlak dan transformasi sosial melalui proses dakwah Islam.